Perbedaan Past Future Tense dan Future Tense sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Keduanya memang sama-sama membicarakan kejadian yang berkaitan dengan masa depan, tetapi sudut pandang waktunya berbeda.
Kalau kamu sedang belajar grammar bahasa Inggris untuk percakapan, sekolah, kuliah, pekerjaan, atau persiapan IELTS, memahami perbedaan ini akan membuat penggunaan tenses menjadi jauh lebih mudah.
Daripada sekadar menghafalkan rumus, kamu perlu memahami kapan sebuah tense digunakan dan dari sudut pandang waktu mana kalimat tersebut dibuat. Yuk, bahas satu per satu dengan cara yang lebih simpel.
Apa Itu Future Tense?
Future Tense digunakan ketika kita membicarakan sesuatu yang akan terjadi di masa depan. Dalam percakapan sehari-hari, bentuk yang paling umum digunakan adalah Simple Future Tense, biasanya menggunakan will atau be going to.
Contohnya:
I will study English tonight.
Saya akan belajar bahasa Inggris malam ini.
Pada kalimat tersebut, pembicara sedang berada di masa sekarang dan membicarakan rencana atau kejadian yang akan berlangsung setelah waktu sekarang.
Pola sederhananya adalah:
Subject + will + Verb 1
Contoh lainnya:
She will join an English course next month.
They will visit London next year.
Selain will, kamu juga bisa menggunakan be going to untuk menyampaikan rencana atau prediksi tertentu.
I am going to take an IELTS course.
Kalimat tersebut menunjukkan bahwa ada rencana untuk mengikuti kursus IELTS.
Kalau kamu masih sering tertukar antara bentuk-bentuk waktu dalam bahasa Inggris, memahami konsep dasar grammar bahasa Inggris terlebih dahulu akan sangat membantu.
Apa Itu Past Future Tense?
Berbeda dengan bentuk future biasa, Past Future Tense digunakan untuk membicarakan sesuatu yang dianggap sebagai masa depan, tetapi dilihat dari sudut pandang masa lalu.
Kedengarannya sedikit membingungkan? Coba lihat contoh berikut.
I knew that she would come.
Artinya:
Saya tahu bahwa dia akan datang.
Perhatikan kata knew. Pembicara sedang membicarakan sesuatu yang diketahui pada masa lalu. Pada saat itu, kedatangan seseorang masih dianggap sebagai kejadian di masa depan.
Karena itulah digunakan would, bukan will.
Pola sederhananya:
Subject + would + Verb 1
Contoh:
He said that he would study abroad.
She told me that she would call later.
Jadi, kunci utamanya bukan sekadar menghafal will dan would. Kamu perlu melihat sudut pandang waktu dalam kalimat.
Perbedaan Future Tense dan Past Future Tense
Cara paling gampang membedakan keduanya adalah melihat titik waktunya.
Future Tense:
Sekarang → masa depan
I will take an IELTS test next year.
Pembicara berada di masa sekarang dan membicarakan sesuatu yang akan terjadi.
Past Future Tense:
Masa lalu → masa depan dari sudut pandang masa lalu
I knew I would take an IELTS test the following year.
Pembicara berada dalam konteks masa lalu. Dari titik tersebut, ujian IELTS masih merupakan sesuatu yang akan terjadi.
Sederhananya, Future Tense menggunakan sudut pandang sekarang, sedangkan Past Future Tense menggunakan sudut pandang masa lalu.
Inilah konsep yang sering menjadi kunci ketika kamu mengerjakan soal grammar, terutama saat harus memahami hubungan antarwaktu dalam sebuah kalimat.
Rumus Past Future Tense dan Future Tense
Supaya lebih mudah dipelajari, berikut perbandingan dasarnya.
| Jenis Tense | Rumus | Contoh |
|---|---|---|
| Simple Future | S + will + V1 | I will study tonight. |
| Simple Future dengan going to | S + be + going to + V1 | I am going to study tonight. |
| Past Future | S + would + V1 | I knew I would study. |
Untuk bentuk negatif, kamu bisa menggunakan:
Future:
Subject + will not + V1
I will not join the class tomorrow.
Past Future:
Subject + would not + V1
She said she would not join the class.
Sementara untuk pertanyaan:
Future:
Will + Subject + V1?
Will you study tonight?
Past Future:
Would + Subject + V1?
Would she join the course?
Kalau kamu sedang mempersiapkan IELTS, kemampuan memahami pola kalimat seperti ini juga bisa membantu ketika mengerjakan bagian IELTS Writing dan Speaking.
Contoh Past Future Tense dalam Kehidupan Sehari-hari
Past Future sebenarnya cukup sering digunakan dalam percakapan maupun tulisan, terutama ketika seseorang menceritakan kembali rencana atau prediksi yang pernah dibuat di masa lalu.
Contohnya:
My friend said she would visit me.
Artinya, teman tersebut pada masa lalu mengatakan bahwa dia akan mengunjungi pembicara.
Contoh lainnya:
I thought the exam would be difficult.
Saya berpikir ujian tersebut akan sulit.
They promised they would help us.
Mereka berjanji akan membantu kami.
Perhatikan bahwa semua kejadian tersebut memiliki konteks masa lalu. Namun, kejadian yang dibicarakan dianggap sebagai sesuatu yang belum terjadi dari sudut pandang saat itu.
Contoh Future Tense dalam Percakapan
Sementara itu, bentuk future lebih sederhana karena pembicara melihat kejadian dari masa sekarang menuju masa depan.
Misalnya:
I will start my IELTS preparation next week.
We will discuss the project tomorrow.
She will study abroad next year.
Kalimat-kalimat tersebut membicarakan rencana atau kejadian yang akan datang dari perspektif sekarang.
Dalam percakapan sehari-hari, bentuk future juga sering digunakan untuk membuat keputusan spontan, menawarkan bantuan, atau memberikan prediksi.
Don’t worry. I will help you.
Jadi, jangan hanya menghafalkan rumus. Cobalah memahami konteks penggunaan tenses supaya kamu lebih cepat mengenali pola ketika berbicara maupun mengerjakan soal.
Tips Mudah Membedakan Keduanya
Ada satu cara praktis yang bisa kamu gunakan ketika menemukan soal tentang kedua bentuk ini.
Pertama, cari tahu kapan pembicara berada dalam cerita tersebut.
Jika titik waktunya adalah sekarang dan kejadian akan terjadi setelahnya, gunakan Future Tense.
Jika titik waktunya berada di masa lalu dan pembicara sedang membicarakan sesuatu yang pada saat itu masih akan terjadi, gunakan Past Future.
Perhatikan pasangan berikut:
She says she will study abroad.
She said she would study abroad.
Pada contoh pertama, says berada dalam present sehingga digunakan will. Pada contoh kedua, said berada dalam past sehingga digunakan would.
Konsep seperti ini sering disebut sebagai sequence of tenses, yaitu hubungan bentuk tense antara klausa utama dan klausa lainnya.
Apakah Past Future Tense Penting untuk IELTS?
Memahami tenses tentu penting jika kamu ingin meningkatkan kemampuan bahasa Inggris secara keseluruhan. Namun, dalam IELTS, kamu tidak perlu menggunakan sebanyak mungkin jenis tense hanya agar terlihat pintar.
Yang lebih penting adalah ketepatan grammar, variasi struktur kalimat, dan kemampuan menyampaikan ide secara jelas.
Dalam IELTS Writing, misalnya, pemilihan tense harus disesuaikan dengan informasi yang sedang dibahas. Untuk IELTS Speaking, kemampuan menggunakan berbagai struktur kalimat dengan tepat juga dapat membantu menunjukkan grammatical range and accuracy.
Karena itu, belajar grammar sebaiknya tidak berhenti pada hafalan rumus. Kamu perlu berlatih membuat kalimat, memahami konteks, dan mendapatkan feedback agar kesalahan yang sama tidak terus berulang.
Kalau kamu ingin mengetahui kemampuan bahasa Inggris sebelum menentukan program belajar, kamu juga bisa memanfaatkan placement test untuk mengetahui level dan kebutuhan belajar secara lebih terarah.
Sudah Paham Bedanya?
Singkatnya, perbedaan utama kedua bentuk ini terletak pada sudut pandang waktu.
Future Tense digunakan untuk membicarakan sesuatu yang akan terjadi dari perspektif sekarang, sedangkan Past Future Tense digunakan untuk membicarakan sesuatu yang akan terjadi dari perspektif masa lalu.
Ingat pola sederhananya:
Now → Future = Will
Past → Future = Would
Setelah memahami konsep tersebut, kamu tidak perlu lagi mengandalkan hafalan rumus semata. Semakin sering berlatih membaca dan membuat kalimat, semakin mudah pula kamu mengenali penggunaan tense dalam konteks nyata.
FAQ Seputar Past Future Tense dan Future Tense
Future Tense membicarakan masa depan dari perspektif sekarang, sedangkan Past Future membicarakan masa depan dari perspektif masa lalu.
Simple Future umumnya menggunakan will, sedangkan bentuk lain dapat menggunakan be going to sesuai konteks.
Past Future umumnya menggunakan would + Verb 1.
Tidak selalu. Penggunaan would bergantung pada konteks waktu dan struktur kalimat, bukan sekadar mengganti will.
Contohnya, “I will study English tomorrow.”
Contohnya, “She said she would study English.”
Ya. Bentuk ini dapat muncul ketika seseorang menceritakan kembali rencana, prediksi, janji, atau keputusan dari masa lalu.
Ya, tetapi penggunaannya harus sesuai konteks. IELTS menilai ketepatan dan variasi penggunaan grammar, bukan sekadar jumlah tense yang digunakan.
Fokus pada konteks waktu, pelajari pola kalimat, lalu praktikkan dalam contoh kalimat dan percakapan.
Bisa. Pembelajaran terarah dengan tutor memungkinkan kamu mendapatkan penjelasan, latihan, dan feedback sesuai level kemampuan.
Tingkatkan Grammar Bersama Scholars Today
Masih merasa grammar seperti Future Tense, Past Future, dan berbagai bentuk tense lainnya membingungkan?
Belajar sendiri memang bisa, tetapi prosesnya akan lebih terarah jika kamu mendapatkan pendampingan dari tutor yang bisa langsung mengoreksi kesalahan dan menyesuaikan materi dengan kebutuhanmu.
Untuk kamu yang membutuhkan perhatian lebih personal, Scholars Today menyediakan Private Class: Bimbingan Ekslusif 1-on-1 melalui private mentoring IELTS online, sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kemampuan dan target belajarmu.
Sementara itu, bagi kamu yang lebih nyaman belajar bersama teman dalam suasana interaktif, tersedia Intensive Class melalui kelas IELTS grup interaktif dengan materi yang dirancang lebih lengkap dan intensif.
Sebelum memilih program, kamu juga dapat mengikuti placement test untuk mengetahui level kemampuan bahasa Inggris dan menentukan program belajar yang paling sesuai.
Siap meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan grammar kamu? Hubungi WhatsApp Scholars Today di 6285743668150 untuk mendapatkan informasi program dan konsultasi belajar.



