6 level bahasa Inggris merupakan pembagian kemampuan berbahasa yang bisa membantu kamu mengetahui sejauh mana kemampuanmu saat ini.
Jadi, kalau selama ini kamu merasa “lumayan bisa bahasa Inggris” tetapi masih bingung apakah kemampuanmu termasuk pemula, intermediate, atau advanced, ada standar yang bisa dijadikan patokan.
Salah satu standar yang paling banyak digunakan adalah CEFR (Common European Framework of Reference for Languages). CEFR membagi kemampuan bahasa menjadi enam tingkat, yaitu A1, A2, B1, B2, C1, dan C2.
Mengetahui posisi kemampuanmu penting, terutama jika kamu sedang mempertimbangkan kursus bahasa Inggris, persiapan IELTS, kuliah di luar negeri, beasiswa, atau kebutuhan profesional. Yuk, kenali satu per satu!
Apa Itu CEFR dalam Bahasa Inggris?
CEFR adalah kerangka acuan yang digunakan untuk menggambarkan kemampuan seseorang dalam menggunakan bahasa.
Standar ini tidak hanya melihat apakah seseorang hafal banyak vocabulary, tetapi juga bagaimana ia memahami dan menggunakan bahasa dalam situasi nyata.
Penilaiannya mencakup beberapa kemampuan utama, seperti listening, speaking, reading, dan writing. Karena itu, seseorang yang memiliki vocabulary cukup banyak belum tentu otomatis berada di level tinggi jika masih kesulitan menyampaikan ide atau memahami percakapan.
Secara sederhana, enam tingkat tersebut terbagi menjadi tiga kelompok: Basic User (A1–A2), Independent User (B1–B2), dan Proficient User (C1–C2).
6 Level Skill Bahasa Inggris Standar Internasional
1. A1 – Beginner
A1 merupakan tingkat paling dasar. Pada level ini, seseorang biasanya baru mulai membangun fondasi bahasa Inggris dan masih menggunakan kosakata serta struktur kalimat sederhana.
Kamu mungkin sudah bisa memperkenalkan diri, menyebutkan nama, usia, pekerjaan, asal, keluarga, atau aktivitas sehari-hari. Kamu juga dapat memahami pertanyaan sederhana jika lawan bicara berbicara dengan perlahan dan jelas.
Contohnya, kamu bisa mengatakan:
“My name is Raka. I am a student. I live in Yogyakarta.”
Namun, percakapan yang panjang atau penggunaan grammar yang kompleks biasanya masih terasa sulit.
Jika kemampuanmu masih berada di tahap ini, fokus utama sebaiknya bukan mengejar vocabulary sebanyak-banyaknya, tetapi membangun basic grammar, everyday vocabulary, pronunciation, dan keberanian speaking.
2. A2 – Elementary
Naik ke A2 berarti kamu sudah mulai mampu menggunakan bahasa Inggris untuk berbagai kebutuhan sehari-hari. Kosakata yang dikuasai lebih banyak dan pemahaman terhadap kalimat sederhana juga semakin baik.
Pada tingkat ini, kamu biasanya bisa berbicara mengenai rutinitas, hobi, makanan, pekerjaan, perjalanan, keluarga, hingga pengalaman sederhana. Kamu juga mulai bisa memahami percakapan pendek dalam konteks yang familiar.
Misalnya, kamu dapat menjelaskan kegiatan sehari-hari:
“I usually go to work at seven in the morning and take the bus.”
Meski begitu, kamu mungkin masih sering berhenti untuk mencari vocabulary, melakukan kesalahan grammar, atau kesulitan mengikuti native speaker yang berbicara cepat.
Tahap A2 cocok dijadikan momentum untuk memperkuat grammar dasar, vocabulary, listening comprehension, dan conversational English sebelum naik ke intermediate.
3. B1 – Intermediate
B1 menjadi titik ketika penggunaan bahasa Inggris mulai terasa lebih mandiri. Kamu tidak lagi hanya mengandalkan kalimat-kalimat hafalan, tetapi sudah mampu menyampaikan pendapat dan menceritakan pengalaman dengan struktur yang lebih beragam.
Seseorang di level B1 umumnya dapat memahami percakapan mengenai topik sehari-hari, mengikuti informasi utama dari sebuah teks, menulis paragraf sederhana, serta berkomunikasi ketika bepergian ke negara berbahasa Inggris.
Kamu juga mulai bisa memberikan alasan atas suatu pendapat.
Contohnya:
“I prefer studying online because it gives me more flexibility.”
Namun, ketika menghadapi topik akademik, diskusi abstrak, atau percakapan dengan native speaker yang sangat cepat, kamu mungkin masih membutuhkan waktu untuk memahami konteks.
Di tahap ini, kamu bisa mulai menggunakan materi bahasa Inggris intermediate yang lebih kompleks dan berlatih speaking secara rutin.
4. B2 – Upper Intermediate
B2 menunjukkan bahwa kamu sudah cukup nyaman menggunakan bahasa Inggris secara mandiri dalam berbagai situasi. Kamu dapat memahami ide utama dari teks yang cukup kompleks dan berkomunikasi dengan penutur asli tanpa terlalu banyak mengalami hambatan.
Kemampuan speaking juga biasanya sudah lebih spontan. Kamu dapat mengikuti diskusi, menjelaskan suatu masalah, memberikan argumen, dan mempertahankan pendapat.
Dalam writing, kamu mulai mampu membuat tulisan yang lebih terstruktur dengan penggunaan complex sentences, linking words, dan academic vocabulary.
Level B2 sering menjadi target penting bagi pelajar atau profesional yang ingin menggunakan bahasa Inggris untuk kebutuhan akademik dan pekerjaan.
Jika kamu mulai membidik IELTS, tahap ini juga dapat menjadi fondasi yang bagus sebelum melakukan persiapan berdasarkan target IELTS band score.
5. C1 – Advanced
C1 merupakan tingkat advanced. Pada level ini, kamu sudah dapat menggunakan bahasa Inggris secara fleksibel untuk kebutuhan sosial, akademik, maupun profesional.
Kamu mampu memahami teks panjang dan kompleks, termasuk menangkap makna tersirat. Dalam speaking, kamu dapat berbicara secara spontan tanpa terlalu sering mencari kata yang tepat.
Penggunaan vocabulary juga semakin luas. Kamu tidak hanya mengetahui arti sebuah kata, tetapi mulai memahami collocation, idiom, register, tone, dan konteks penggunaannya.
Dalam writing, kamu dapat menyusun argumen secara sistematis dan memilih gaya bahasa yang sesuai dengan tujuan komunikasi.
Misalnya, kamu bisa membedakan cara menyampaikan pendapat dalam percakapan santai dengan cara menulis academic essay.
Untuk pelajar yang ingin kuliah di luar negeri, kemampuan C1 dapat menjadi keunggulan karena tuntutan penggunaan bahasa Inggris di lingkungan akademik jauh lebih tinggi dibandingkan percakapan sehari-hari.
6. C2 – Proficient
C2 merupakan level tertinggi dalam kerangka CEFR. Seseorang pada tingkat ini mampu memahami hampir semua bentuk bahasa Inggris yang didengar maupun dibaca dengan sangat baik.
Kemampuan komunikasinya juga sangat fleksibel. Ia dapat menyampaikan ide yang kompleks dengan struktur bahasa yang tepat, memahami nuansa makna, serta menyesuaikan penggunaan bahasa berdasarkan konteks.
Bukan berarti orang C2 tidak pernah melakukan kesalahan. Perbedaannya adalah mereka umumnya mampu menggunakan bahasa dengan tingkat akurasi, kelancaran, fleksibilitas, dan pemahaman konteks yang sangat tinggi.
Level ini biasanya membutuhkan paparan bahasa Inggris yang konsisten dalam jangka panjang, baik melalui pendidikan, pekerjaan, lingkungan internasional, maupun aktivitas komunikasi sehari-hari.
Bagaimana Cara Mengetahui Level Bahasa Inggrismu?
Jangan menentukan level hanya berdasarkan perasaan seperti “saya bisa speaking” atau “saya sering menonton film tanpa subtitle”. Kemampuan bahasa memiliki beberapa aspek yang perlu diperiksa secara menyeluruh.
Kamu dapat mengikuti placement test bahasa Inggris untuk mendapatkan gambaran kemampuan awal. Hasilnya kemudian bisa menjadi dasar untuk menentukan materi belajar yang sesuai.
Misalnya, seseorang yang mendapatkan hasil A2 tidak harus langsung mengikuti kelas persiapan IELTS yang intensif. Akan lebih efektif jika ia memperkuat fondasi grammar, vocabulary, dan komunikasi terlebih dahulu.
Sebaliknya, jika kemampuanmu sudah B2, mengikuti materi beginner tentu kurang efektif karena tantangannya mungkin tidak lagi sesuai.
Apakah Level Bahasa Inggris Sama dengan Skor IELTS?
Tidak sama, tetapi keduanya dapat dibandingkan secara umum.
CEFR digunakan untuk menggambarkan tingkat kemampuan bahasa secara keseluruhan, sedangkan IELTS memberikan skor berdasarkan performa dalam empat komponen, yaitu Listening, Reading, Writing, dan Speaking.
Karena itu, jangan menganggap bahwa seseorang dengan level B2 pasti memperoleh skor IELTS tertentu. Hasil tes dapat dipengaruhi oleh kemampuan akademik, familiaritas dengan format ujian, strategi pengerjaan, vocabulary, grammar, dan kemampuan mengelola waktu.
Jika tujuanmu adalah kuliah atau mendapatkan beasiswa, kamu perlu mengetahui target skor IELTS yang diminta institusi tujuan, kemudian menyesuaikan program belajar dengan kebutuhan tersebut.
Sudah Tahu Levelmu? Saatnya Tentukan Cara Belajarnya
Memahami A1 sampai C2 bukan sekadar mengetahui istilah. Yang lebih penting adalah mengetahui posisi kemampuanmu sekarang dan target yang ingin dicapai.
Kalau kamu masih beginner, fokuslah membangun fondasi. Jika sudah intermediate, tingkatkan kemampuan komunikasi dan vocabulary. Sementara itu, calon mahasiswa luar negeri atau peserta beasiswa dapat mulai mengarahkan latihan ke kemampuan akademik dan strategi tes.
Di Scholars Today, kamu bisa memilih pola belajar sesuai kebutuhan melalui Private Class maupun Intensive Class.
Untuk kamu yang membutuhkan perhatian lebih personal, Private Class menawarkan bimbingan eksklusif 1-on-1 bersama tutor sehingga materi dapat disesuaikan dengan kemampuan awal dan target belajarmu.
Kamu dapat memilih kelas IELTS private untuk pemula jika masih membangun fondasi sebelum masuk ke persiapan tes.
Sementara itu, Intensive Class cocok untuk kamu yang lebih nyaman belajar dalam grup interaktif dengan materi yang lengkap dan ritme belajar yang lebih terarah.
Program seperti kelas IELTS grup interaktif dapat menjadi pilihan untuk membangun kemampuan sekaligus berlatih bersama peserta lain.
Masih bingung harus mulai dari mana? Manfaatkan placement test yang tersedia di website utama Scholars Today untuk mengetahui gambaran kemampuanmu terlebih dahulu.
Sudah tahu levelmu? Jangan berhenti di hasil tes. Jadikan hasil tersebut sebagai titik awal untuk menyusun strategi belajar yang lebih tepat.
Hubungi WhatsApp Scholars Today di 6285743668150 dan konsultasikan kebutuhan belajarmu sekarang.
FAQ Seputar Level Bahasa Inggris
Menurut standar CEFR, terdapat enam level utama, yaitu A1, A2, B1, B2, C1, dan C2.
A1 merupakan tingkat paling dasar atau beginner dalam sistem CEFR.
C2 adalah tingkat tertinggi dalam CEFR dan menggambarkan kemampuan penggunaan bahasa yang sangat mahir.
Ya. A1 ditujukan bagi orang yang baru mulai mempelajari bahasa Inggris dan masih membangun kemampuan dasar.
Umumnya sudah. Pada B1, seseorang dapat melakukan percakapan mengenai topik familiar, meskipun kelancaran dan ketepatan bahasanya masih berkembang.
B2 termasuk upper intermediate. Kemampuan pada tingkat ini sudah cukup mandiri untuk berbagai situasi sosial, akademik, dan profesional.
Tidak. C1 menunjukkan kemampuan advanced berdasarkan CEFR, tetapi tidak berarti seseorang memiliki kemampuan yang sama persis dengan native speaker.
Tidak secara langsung. CEFR dan IELTS merupakan sistem pengukuran berbeda, meskipun hasilnya dapat dipetakan secara umum.
Cara yang lebih objektif adalah mengikuti placement test atau tes kemampuan yang mengevaluasi beberapa aspek bahasa.
Tentukan target, identifikasi kemampuan yang masih lemah, lalu pilih program belajar yang sesuai dengan level dan tujuanmu.



