Passive Voice dalam IELTS Writing merupakan salah satu struktur grammar yang penting dipahami, terutama ketika Anda ingin membuat tulisan terdengar lebih formal dan akademis.
Struktur ini sering digunakan untuk menjelaskan proses, penelitian, data, atau suatu tindakan ketika pelaku tidak menjadi fokus utama.
Dalam IELTS Writing Task 1 maupun Task 2, penggunaan kalimat pasif secara tepat dapat membantu menunjukkan grammatical range and accuracy.
Namun, menggunakan passive voice secara berlebihan juga dapat membuat tulisan terasa kaku. Karena itu, yang terpenting bukan sekadar menghafal rumus, tetapi memahami kapan dan bagaimana struktur tersebut digunakan secara natural.
Jika Anda sedang memperkuat dasar tata bahasa untuk IELTS, memahami grammar IELTS untuk Writing secara menyeluruh akan membantu Anda membangun kalimat yang lebih bervariasi dan akurat.
Apa Itu Passive Voice?
Passive voice adalah bentuk kalimat yang menempatkan objek dari tindakan sebagai fokus utama kalimat.
Berbeda dengan active voice yang menekankan pelaku tindakan, passive voice lebih menekankan tindakan atau objek yang menerima tindakan tersebut.
Contohnya:
Active:
Researchers conducted the study in 2025.
Passive:
The study was conducted in 2025.
Pada kalimat pertama, fokusnya adalah researchers sebagai pelaku. Sementara pada kalimat kedua, perhatian diarahkan pada the study.
Dalam konteks akademik, bentuk pasif sering digunakan karena penulis ingin menonjolkan proses, hasil penelitian, atau fenomena daripada siapa yang melakukan tindakan tersebut.
Rumus Passive Voice yang Perlu Dipahami
Formula dasar passive voice adalah:
Subject + be + past participle (V3)
Bentuk kata kerja be berubah sesuai tense yang digunakan. Misalnya:
Simple Present:
The report is published every month.
Simple Past:
The report was published last month.
Present Perfect:
The report has been published recently.
Future:
The report will be published next week.
Memahami perubahan tersebut penting karena kesalahan penggunaan tense dapat mengurangi akurasi grammar dalam tulisan IELTS.
Anda tidak harus menguasai seluruh bentuk grammar yang sangat kompleks. Fokuslah terlebih dahulu pada struktur yang paling sering digunakan dalam panduan grammar IELTS, kemudian latih penerapannya dalam kalimat yang berkaitan dengan topik IELTS.
Kapan Passive Voice Digunakan dalam IELTS Writing?
Passive voice sangat berguna ketika pelaku tindakan tidak diketahui, tidak penting, atau memang bukan fokus pembahasan.
Contohnya:
The data was collected from several educational institutions.
Dalam kalimat tersebut, siapa yang mengumpulkan data tidak terlalu penting. Fokus utamanya adalah data dan proses pengumpulannya.
Struktur ini juga umum digunakan ketika menjelaskan proses dalam IELTS Writing Task 1.
Misalnya, ketika mendapatkan soal diagram proses pembuatan suatu produk:
The raw materials are transported to the factory.
Kemudian:
The materials are processed and packaged before they are delivered to retailers.
Penggunaan bentuk pasif membuat penjelasan proses menjadi lebih objektif dan sesuai dengan gaya akademik.
Contoh Passive Voice untuk IELTS Writing Task 1
IELTS Writing Task 1 Academic sering meminta peserta mendeskripsikan diagram atau proses. Dalam konteks ini, passive voice sangat berguna karena fokus utama biasanya terletak pada tahapan proses, bukan orang yang melakukan pekerjaan.
Contoh:
First, the coffee beans are harvested and transported to a processing facility.
Next, the beans are dried before they are roasted at a high temperature.
Finally, the roasted beans are packaged and distributed to supermarkets.
Perhatikan bahwa fokus kalimat berada pada coffee beans dan proses yang terjadi.
Namun, jangan memasukkan passive voice ke setiap kalimat. Gunakan variasi struktur agar tulisan lebih natural dan menunjukkan grammatical range yang baik.
Contoh Passive Voice untuk IELTS Writing Task 2
Pada Task 2, passive voice dapat digunakan ketika membahas kebijakan, penelitian, pendidikan, lingkungan, teknologi, maupun isu sosial.
Contohnya:
New regulations should be introduced to reduce air pollution.
Atau:
More financial support should be provided to disadvantaged students.
Struktur tersebut membuat argumen terdengar lebih formal dibandingkan penggunaan kalimat percakapan sehari-hari.
Contoh lainnya:
It is widely believed that technology has transformed the way people communicate.
Namun, pastikan passive construction tetap relevan dengan ide yang sedang dibahas. Jangan menggunakannya hanya untuk menunjukkan bahwa Anda mengetahui grammar tingkat lanjut.
Jika ingin meningkatkan kemampuan menyusun argumen sekaligus memperbaiki struktur kalimat, Anda juga dapat mempelajari strategi grammar untuk IELTS Writing dan menerapkannya dalam latihan essay secara rutin.
Kesalahan Passive Voice yang Sering Terjadi
Salah satu kesalahan paling umum adalah lupa menggunakan bentuk ketiga atau past participle.
Contoh salah:
The report was publish last year.
Seharusnya:
The report was published last year.
Kesalahan lain adalah penggunaan bentuk be yang tidak sesuai dengan tense.
Contoh:
The project is completed last year.
Kalimat tersebut salah karena terdapat keterangan waktu last year yang menunjukkan masa lampau.
Perbaikannya:
The project was completed last year.
Peserta juga sering menggunakan passive voice ketika active voice sebenarnya lebih jelas. Misalnya:
A significant increase was observed in the number of students.
Kalimat ini benar. Namun, jika konteksnya membutuhkan gaya yang lebih langsung, active voice juga dapat digunakan:
The number of students increased significantly.
Keduanya benar. Pilihan bergantung pada fokus informasi yang ingin disampaikan.
Tips Menggunakan Passive Voice agar Skor IELTS Lebih Optimal
Pertama, pahami fungsi passive voice, bukan hanya rumusnya. Tanyakan kepada diri sendiri: apakah saya ingin menonjolkan objek, proses, atau hasil tindakan?
Kedua, gunakan passive voice terutama ketika menjelaskan proses, prosedur, hasil penelitian, kebijakan, atau fenomena yang pelakunya tidak penting.
Ketiga, kombinasikan passive dan active voice. IELTS membutuhkan variasi struktur kalimat, sehingga seluruh essay tidak sebaiknya ditulis dalam bentuk pasif.
Keempat, selalu perhatikan tense. Identifikasi terlebih dahulu kapan suatu tindakan terjadi sebelum menentukan bentuk be yang digunakan.
Kelima, lakukan proofreading setelah menulis. Periksa subject, auxiliary verb, past participle, agreement, dan penggunaan tense.
Yang tidak kalah penting, jangan mengejar kalimat yang terlihat “canggih” tetapi akhirnya mengandung kesalahan. Grammar yang akurat dan relevan jauh lebih berharga daripada struktur kompleks yang digunakan secara tidak tepat.
Ingin Grammar IELTS Lebih Terarah?
Menguasai passive voice adalah langkah awal untuk meningkatkan grammatical range and accuracy, tetapi persiapan IELTS tidak berhenti pada satu materi grammar. Anda juga perlu melatih vocabulary, coherence and cohesion, pengembangan ide, serta strategi menjawab sesuai jenis soal.
Jika ingin mengetahui kemampuan awal sebelum menentukan program belajar, Anda dapat memanfaatkan Placement Test IELTS di website Scholars Today. Hasilnya dapat menjadi acuan untuk mengetahui area yang perlu diperkuat sehingga waktu belajar menjadi lebih efektif.
Scholars Today menyediakan dua pilihan pembelajaran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda.
Private Class: Bimbingan Eksklusif 1-on-1
Melalui kursus IELTS online murah untuk LPDP, Anda mendapatkan pendampingan yang lebih personal untuk mempersiapkan target skor, termasuk penguatan grammar, Writing, Speaking, Listening, dan Reading sesuai kebutuhan belajar.
Intensive Class: Belajar Intensif dalam Grup Interaktif
Bagi Anda yang ingin belajar bersama peserta lain dengan materi terstruktur dan latihan intensif, kelas IELTS grup interaktif dapat menjadi pilihan untuk membangun kemampuan secara konsisten melalui pembahasan materi dan latihan bersama.
Sudah siap meningkatkan kemampuan IELTS dengan strategi belajar yang lebih terarah? Hubungi WhatsApp Scholars Today di 6285743668150 untuk mendapatkan informasi program, jadwal kelas, dan konsultasi sesuai target skor Anda.
FAQ Passive Voice dalam IELTS
Tidak. Passive voice tidak wajib digunakan, tetapi dapat membantu menunjukkan variasi struktur grammar jika digunakan secara tepat.
Penggunaannya sendiri tidak otomatis menaikkan skor. Dampaknya bergantung pada akurasi, relevansi, dan variasi grammar secara keseluruhan.
Rumus dasarnya adalah Subject + be + past participle (V3).
Terutama saat menjelaskan diagram atau proses yang fokus pada tahapan dan objek yang mengalami suatu tindakan.
Ya. Struktur ini dapat digunakan ketika membahas kebijakan, penelitian, fenomena, atau tindakan yang pelakunya tidak menjadi fokus.
Kesalahan yang sering muncul adalah penggunaan V1/V2 setelah be, salah memilih tense, dan lupa menyesuaikan auxiliary verb.
Tidak. Gunakan kombinasi active dan passive voice untuk menciptakan variasi struktur yang natural.
Passive voice merupakan struktur grammar penting yang perlu dikuasai, tetapi tidak harus dibuat sangat kompleks agar mendapatkan skor tinggi.
Latih melalui kalimat kontekstual, terutama topik proses, pendidikan, lingkungan, teknologi, penelitian, dan kebijakan, kemudian gunakan dalam Writing Task 1 dan Task 2.
Ya. Placement test membantu mengidentifikasi level kemampuan awal dan area yang masih perlu ditingkatkan sebelum memilih program belajar.


