Become Our Member!

Edit Template

Become Our Member!

Edit Template

Kesalahan Penggunaan Past Tense yang Membuat Skor IELTS Turun

Kesalahan Penggunaan Past Tense merupakan salah satu penyebab paling umum mengapa peserta gagal memperoleh skor tinggi pada IELTS, terutama di bagian Speaking dan Writing. Banyak peserta sebenarnya memiliki kosakata yang cukup luas dan ide yang baik, tetapi kehilangan poin karena penggunaan tata bahasa yang tidak konsisten.

Grammar menjadi salah satu aspek penting dalam penilaian IELTS, sehingga kesalahan sederhana pada simple past tense, verb forms, grammar IELTS, IELTS Writing, maupun IELTS Speaking dapat mengurangi nilai Grammatical Range and Accuracy secara signifikan.

Banyak peserta mengira bahwa selama lawan bicara memahami maksud kalimat mereka, maka penggunaan tenses tidak terlalu berpengaruh.

Padahal, examiner IELTS memperhatikan akurasi penggunaan tata bahasa hampir di setiap kalimat yang diucapkan maupun ditulis.

Kesalahan kecil yang terus berulang akan menciptakan kesan bahwa peserta belum menguasai struktur bahasa Inggris dengan baik.

Artikel ini akan membahas secara mendalam berbagai kesalahan penggunaan past tense yang sering terjadi, alasan mengapa kesalahan tersebut menurunkan skor IELTS, serta strategi praktis agar Anda dapat menghindarinya ketika menghadapi ujian.

Mengapa Past Tense Sangat Penting dalam IELTS?

Dalam IELTS, peserta sering diminta menceritakan pengalaman, pendidikan, pekerjaan sebelumnya, perjalanan, maupun kejadian di masa lalu. Hampir semua topik tersebut membutuhkan penggunaan past tense secara tepat.

Contohnya pada IELTS Speaking Part 2, examiner dapat meminta Anda menjelaskan pengalaman liburan terbaik, guru favorit ketika sekolah, atau sebuah peristiwa yang mengubah hidup Anda. Seluruh jawaban tersebut hampir pasti menggunakan simple past tense sebagai struktur utama.

Begitu pula pada IELTS Writing Task 1 Academic ketika mendeskripsikan grafik yang menunjukkan data historis. Banyak peserta secara tidak sadar mencampurkan present tense dan past tense sehingga membuat tulisan kehilangan konsistensi.

Penggunaan tense yang benar menunjukkan bahwa Anda mampu mengontrol grammar secara alami, bukan sekadar menghafal rumus.

Apabila Anda masih sering bingung membedakan berbagai bentuk tenses dalam IELTS, sebaiknya pelajari terlebih dahulu panduan lengkap IELTS Grammar sebelum berlatih soal agar fondasi grammar menjadi lebih kuat.

Bagaimana Grammar Dinilai dalam IELTS?

IELTS memiliki empat kriteria utama pada Writing dan Speaking.

Salah satunya adalah Grammatical Range and Accuracy.

Examiner tidak hanya melihat apakah Anda menggunakan grammar yang rumit, tetapi juga apakah struktur tersebut digunakan secara tepat dan konsisten.

Beberapa indikator yang dinilai antara lain:

  • Ketepatan penggunaan tense
  • Ketepatan subject-verb agreement
  • Penggunaan auxiliary verb
  • Ketepatan irregular verb
  • Konsistensi struktur kalimat
  • Variasi struktur grammar

Artinya, menggunakan kalimat sederhana tetapi benar jauh lebih baik daripada mencoba membuat kalimat kompleks yang penuh kesalahan.

Kesalahan Pertama: Menggunakan Verb 1 Setelah Kejadian Masa Lalu

Kesalahan ini merupakan yang paling sering ditemukan.

Contoh salah:

Yesterday I go to school.

Kalimat yang benar:

Yesterday I went to school.

Banyak peserta lupa mengubah kata kerja menjadi Verb 2 karena terlalu fokus menyampaikan ide.

Padahal penggunaan kata “yesterday”, “last week”, “last year”, atau “two days ago” sudah menjadi petunjuk bahwa simple past tense harus digunakan.

Jika kesalahan seperti ini muncul berkali-kali dalam Speaking maupun Writing, skor grammar akan turun secara signifikan.

Kesalahan Kedua: Salah Menggunakan Irregular Verb

Bahasa Inggris memiliki banyak kata kerja tidak beraturan.

Contohnya:

  • Go → Went
  • Eat → Ate
  • See → Saw
  • Buy → Bought
  • Take → Took
  • Write → Wrote
  • Speak → Spoke

Banyak peserta justru membuat bentuk seperti:

  • Buyed
  • Speaked
  • Eated
  • Writed

Padahal bentuk tersebut tidak ada dalam grammar bahasa Inggris.

Solusinya bukan menghafal seluruh daftar irregular verb sekaligus, melainkan mempelajarinya secara bertahap melalui latihan membaca dan menulis.

Kesalahan Ketiga: Menggunakan “Did” Bersamaan dengan Verb 2

Ini termasuk kesalahan klasik.

Contoh salah:

Did you went there?

Yang benar:

Did you go there?

Ketika auxiliary “did” digunakan, kata kerja utama kembali menjadi Verb 1.

Hal yang sama berlaku pada bentuk negatif.

Salah:

I didn’t went.

Benar:

I didn’t go.

Kesalahan ini sering muncul ketika peserta gugup saat Speaking Test.

Kesalahan Keempat: Lupa Menggunakan Auxiliary Verb

Kalimat tanya maupun negatif membutuhkan auxiliary.

Contoh salah:

You go yesterday?

Seharusnya:

Did you go yesterday?

Contoh lain:

I not visit Bali.

Yang benar:

I did not visit Bali.

Auxiliary merupakan bagian penting dari struktur grammar dasar yang harus dikuasai sebelum mempelajari struktur yang lebih kompleks.

Kesalahan Kelima: Mencampur Present Tense dan Past Tense

Konsistensi tense merupakan hal yang sangat penting.

Misalnya:

Last year I visited Japan and I enjoy the food very much.

Kalimat tersebut tidak konsisten.

Yang benar:

Last year I visited Japan and I enjoyed the food very much.

Dalam satu cerita masa lalu, usahakan seluruh rangkaian peristiwa menggunakan tense yang sama, kecuali memang ada alasan grammar tertentu untuk berpindah tense.

Kesalahan Keenam: Salah Menggunakan “Was” dan “Were”

Kesalahan berikutnya berkaitan dengan verb “to be”.

Contoh:

I was

He was

She was

It was

You were

We were

They were

Masih banyak peserta mengatakan:

They was happy.

Padahal yang benar:

They were happy.

Kesalahan sederhana seperti ini dapat memengaruhi penilaian grammar apabila terjadi berulang kali.

Kesalahan Ketujuh: Menggunakan Present Perfect Ketika Harusnya Past Tense

Contoh:

I have visited Bali last year.

Kalimat tersebut tidak tepat.

Karena terdapat waktu yang spesifik yaitu “last year”, maka harus menggunakan simple past.

Yang benar:

I visited Bali last year.

Present Perfect tidak digunakan bersama penanda waktu yang sudah selesai seperti:

  • Yesterday
  • Last week
  • Last month
  • In 2022
  • Two years ago

Kesalahan Kedelapan: Salah Menggunakan Time Expressions

Beberapa peserta menggunakan penanda waktu yang tidak sesuai.

Misalnya:

Yesterday I have gone.

Yang benar:

Yesterday I went.

Atau:

Since yesterday I went.

Padahal “since” biasanya dipadukan dengan Present Perfect.

Memahami hubungan antara time expressions dan tense akan membantu meningkatkan akurasi grammar secara keseluruhan.

Kesalahan Kesembilan: Menggunakan Past Tense Setelah Modal Verb

Contoh salah:

I could went.

Yang benar:

I could go.

Hal yang sama berlaku untuk:

  • Would
  • Should
  • Might
  • Can
  • Could
  • May

Setelah modal verb, kata kerja tetap menggunakan Verb 1.

Kesalahan Kesepuluh: Terlalu Fokus pada Grammar Hingga Jawaban Tidak Natural

Ironisnya, sebagian peserta justru terlalu berhati-hati.

Akibatnya mereka berbicara sangat lambat karena terus memikirkan bentuk Verb 2.

Dalam IELTS Speaking, kelancaran berbicara juga dinilai.

Lebih baik menggunakan struktur sederhana tetapi benar daripada mencoba grammar rumit namun sering berhenti di tengah kalimat.

Dampak Kesalahan Past Tense terhadap Band Score IELTS

Kesalahan grammar yang terus berulang memberikan sinyal kepada examiner bahwa peserta belum memiliki kontrol terhadap struktur bahasa Inggris.

Akibatnya:

  • Band Speaking sulit mencapai 7 ke atas.
  • Band Writing kehilangan poin pada Grammatical Range and Accuracy.
  • Kalimat menjadi kurang jelas.
  • Ide terlihat kurang profesional.
  • Jawaban terasa kurang natural.

Semakin sedikit kesalahan grammar yang berulang, semakin besar peluang memperoleh skor tinggi.

Cara Melatih Past Tense agar Lebih Natural

Belajar grammar tidak cukup hanya membaca rumus.

Anda perlu melatih penggunaannya setiap hari.

Beberapa latihan yang efektif antara lain:

Menulis Diary Harian

Tuliskan aktivitas yang sudah Anda lakukan hari ini menggunakan simple past tense.

Misalnya:

“I woke up at six.”

“I had breakfast.”

“I worked until five.”

Latihan sederhana ini membantu membangun kebiasaan menggunakan Verb 2 secara otomatis.

Menceritakan Pengalaman

Pilih satu pengalaman masa lalu.

Ceritakan selama dua menit menggunakan bahasa Inggris.

Rekam suara Anda lalu dengarkan kembali apakah masih ada kesalahan grammar.

Membaca Artikel Berbahasa Inggris

Perhatikan bagaimana penulis menggunakan tense ketika menceritakan suatu peristiwa.

Cara ini membantu Anda mengenali pola grammar secara alami.

Berlatih dengan Cue Card IELTS

Ambil satu topik Speaking Part 2.

Berlatih menjawab selama dua menit tanpa membaca naskah.

Setelah selesai, evaluasi penggunaan past tense Anda.

Strategi Mengurangi Kesalahan Saat Hari Ujian

Pada hari tes, jangan mencoba menggunakan grammar yang belum benar-benar Anda kuasai.

Fokuslah pada:

  • Kalimat sederhana tetapi akurat.
  • Konsistensi tense.
  • Penggunaan Verb 2 yang benar.
  • Hindari menerjemahkan langsung dari bahasa Indonesia.
  • Gunakan kosakata yang sudah familiar.

Strategi ini jauh lebih efektif dibanding memaksakan struktur kompleks yang justru meningkatkan kemungkinan melakukan kesalahan.

Kapan Harus Menggunakan Past Continuous?

Selain simple past, examiner juga menghargai variasi grammar.

Misalnya:

I was studying when my friend called me.

Past Continuous digunakan ketika suatu aktivitas sedang berlangsung dan kemudian disela oleh kejadian lain.

Penggunaan tense yang bervariasi secara tepat akan meningkatkan kualitas jawaban Speaking maupun Writing.

Pentingnya Mendapatkan Feedback dari Mentor

Salah satu penyebab peserta sulit meningkatkan grammar adalah karena mereka tidak menyadari kesalahan yang terus diulang.

Belajar sendiri memang membantu, tetapi feedback dari mentor jauh lebih efektif.

Mentor dapat menunjukkan pola kesalahan yang mungkin tidak Anda sadari, memperbaiki struktur kalimat, sekaligus memberikan latihan yang sesuai dengan target band score.

Jika Anda belum mengetahui kemampuan grammar saat ini, manfaatkan layanan placement test IELTS gratis yang tersedia di Scholars Today.

Melalui evaluasi awal ini, Anda dapat mengetahui level kemampuan bahasa Inggris sekaligus mendapatkan rekomendasi materi belajar yang paling sesuai sehingga proses persiapan menjadi lebih terarah.

Kesimpulan

Kesalahan penggunaan past tense bukan hanya persoalan grammar sederhana. Dalam IELTS, kesalahan tersebut dapat memengaruhi penilaian Grammatical Range and Accuracy sehingga berdampak langsung pada skor Speaking maupun Writing.

Dengan memahami bentuk Verb 2, penggunaan auxiliary, irregular verbs, konsistensi tense, serta rutin berlatih menggunakan cerita masa lalu, Anda dapat mengurangi kesalahan yang sering terjadi saat ujian.

Apabila Anda ingin meningkatkan kemampuan grammar secara lebih cepat dengan pendampingan mentor profesional, Scholars Today menyediakan Private Class: Bimbingan Eksklusif 1-on-1 yang dirancang sesuai kebutuhan setiap peserta. Program ini cocok bagi Anda yang menginginkan private mentoring IELTS online dengan materi yang dipersonalisasi berdasarkan hasil evaluasi kemampuan.

Bagi Anda yang lebih nyaman belajar bersama peserta lain, tersedia juga Intensive Class dengan konsep grup interaktif dan materi yang komprehensif melalui program percepatan IELTS band 7+.

Kelas ini membantu peserta berlatih grammar, speaking, writing, reading, dan listening secara terstruktur hingga siap menghadapi ujian.

Untuk informasi jadwal kelas, konsultasi, maupun pendaftaran, silakan hubungi WhatsApp di 6285743668150 dan mulai langkah Anda menuju skor IELTS yang lebih tinggi.

FAQ

Mengapa past tense sangat penting dalam IELTS?

Karena banyak pertanyaan pada IELTS Speaking dan Writing meminta peserta menjelaskan pengalaman atau kejadian di masa lalu sehingga penggunaan past tense menjadi sangat sering.

Apakah satu kesalahan past tense langsung menurunkan skor IELTS?

Tidak. Namun jika kesalahan tersebut terjadi berulang kali, examiner akan menilai bahwa penguasaan grammar Anda masih kurang.

Bagaimana cara menghafal irregular verb dengan cepat?

Pelajari sedikit demi sedikit melalui latihan membaca, menulis, dan berbicara daripada menghafal seluruh daftar sekaligus.

Apakah examiner memperhatikan grammar saat Speaking?

Ya. Grammar menjadi salah satu dari empat aspek utama penilaian Speaking IELTS.

Apa perbedaan simple past dan present perfect?

Simple Past digunakan untuk kejadian yang sudah selesai pada waktu tertentu, sedangkan Present Perfect digunakan ketika waktu kejadian tidak disebutkan secara spesifik atau masih berkaitan dengan kondisi saat ini.

Apakah saya harus menggunakan grammar yang rumit agar mendapat Band 7?

Tidak. Kalimat sederhana yang akurat lebih baik daripada struktur kompleks yang banyak kesalahan.

Bagaimana cara melatih past tense setiap hari?

Anda dapat menulis diary, menceritakan pengalaman, berlatih cue card IELTS, dan merekam latihan Speaking.

Apakah grammar menjadi penentu utama skor IELTS?

Grammar sangat penting, tetapi skor IELTS juga dipengaruhi oleh vocabulary, coherence, pronunciation, dan task achievement.

Apakah placement test membantu mengetahui kelemahan grammar?

Ya. Placement test memberikan gambaran kemampuan awal sehingga Anda dapat fokus memperbaiki aspek yang masih lemah.

Bagaimana cara meningkatkan grammar lebih cepat?

Belajar secara rutin, memperoleh feedback dari mentor, serta mengikuti program pembelajaran yang terstruktur merupakan cara paling efektif untuk meningkatkan kemampuan grammar.

Dany Saad Amrullah

Scholars Today IELTS Mentor

Pos Sebelumnya
Pos Berikutnya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About Company

ScholarsToday is a learning platform designed to help you boost your IELTS score with guidance from LPDP awardees, providing real insights, and proven strategies

 

Most Recent Posts

Category

Tags

    Catch Us

    Quick Links